Telepon

0813-3575-2809

E-Mail

pustakaalmuhibbin04@gmail.com

Jam Buka

Senin - Sabtu: 08.00 - 17.00 WIB

*أَوَّلُ مَا يُنْزَعُ*
_Ilmu yg kali pertama dicabut dr muka bumi_

Sebagaimana jargon di atas, ilmu faraidl adalah ilmu yg kali pertama hilang dan dilupakan; entah yg dikehendaki hilangnya secara teori semata, dan atau prakteknya di tengah” masyarakat.

Statemen di atas dinukil dari sebuah hadits dengan beberapa Rowi dan redaksi yg berbeda dan ditemukan dalam beberapa kitab hadits.

Terlepas dari beragamnya kualitas hadits tersebut, pada realitanya, ilmu faraidl menempati posisi teratas sebagai sebuah fan ilmu yg jarang disentuh untuk dipelajari. kalaupun toh ada juga langka.

Berangkat dari jargon itu pula, terdapat sebuah anekdot; siapa-siapa yg mendalami ilmu faraidl hingga mahir, pertanda usianya tidak panjang. 🤫

Gegara sindrom ini, saya sendiri menjadi momok, untuk mempertajam keahlian dalam fan faraidl, -cukup tau kulitnya, biar dalamnya yg lain saja-. 😃

Dengan semakin minimnya kajian faraidl dan pakar ahli di bidang tersebut, maka semakin berkurang pula ilmu syar’i yang berlaku. Dari sini, -secara teori- tanda” akhir zaman semakin tampak jelas.

_Kajian Faraidl di Pesantren_
Teringat 13 tahun silam, pada momentum bulan Ramadlan, beberapa kawan diberi kesempatan les privat kepada Abah Yai Abdul Jabbar Hubbi Pengasuh PP. Al Hidayah Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, untuk mendalami kajian Faraidl dengan panduan kitab karangan beliau sendiri, berjudul;المسائل في علم الفرائض
Di lengkapi dengan mengkaji kitab nadzamالمنهل العذب الفائض، نظم أحكام الفرائض

Karangan guru Beliau; Almaghfurlah KH. Abdul Wahid Zuhdi dari Grobogan.Pendalaman kajian ini, selain untuk nguri” tradisi pesantren, tujuan utamanya adalah untuk mendalami satu disiplin ilmu yang mulai jarang dijamah bahkan dikalangan anak santri.

Puji syukur, Alhamdulillah… hingga hari ini beberapa teman diantara kami, menebar kemanfaatan mengajarkan ilmu tersebut sesuai peta dakwahnya masing”.

Beberapa alumni di daerah Sidoarjo, Mojokerto, Malang, Sumenep, Jember, Caruban dll, mereka mengawal dan mengajarkan ilmu ini dengan pandungan kitab tersebut. Semoga dengan semakin tersebarnya kajian ilmu faraidl oleh para alumni pesantren, dapat memberi kontribusi untuk menjaga ilmu ini agar tidak cepat sirna. Bukankan, bila ilmu semakin hilang, tanda” kiamat semakin jelas.. Sedangkan diantara kita, di bulan ramadlan ini masih banyak yg jomblo.

Oleh : Ahmad Fauzi Aziz

Artikel yang Disarankan

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.