Telepon

0813-3575-2809

E-Mail

pustakaalmuhibbin04@gmail.com

Jam Buka

Senin - Sabtu: 08.00 - 17.00 WIB

Kutipan buku Hikayat Sufi, halaman 6-7.

Ka‘ab Ra. bercerita bahwa ketika hari kiamat sudah tiba, Nabi Adam As. melihat seseorang dari umat Nabi Muhammad Saw. yang digiring masuk ke neraka. Nabi Adam As. memanggil, “Wahai Muhammad!” Nabi Muhammad Saw. menjawab, “Iya, wahai Bapak Manusia!” “Sungguh ada seorang umatmu yang digiring masuk ke neraka.” kata Nabi Adam As. Nabi Muhammad Saw. bergegas lari di belakang orang tersebut sampai menjumpainya. Beliau berkata, “Wahai Malaikat, berhentilah!” Malaikat berkata, “Wahai Nabi Muhammad, apakah engkau tidak membaca firman Allah Swt. tentang hak kami? Allah Swt berfirman, ‘Mereka (Malaikat) tidak mendurhakai Allah Swt. terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.’ (QS. At-Tahrîm [66]: 6).”

Malaikat mendengar suara, “Patuhlah kepada Nabi Muhammad!” Nabi Saw. berkata, “Kembalikan dia ke timbangan amal!”Lalu amal orang tersebut ditimbang. Ternyata amal buruknya lebih berat daripada amal baiknya. Nabi Saw. mengeluarkan secarik kertas dari lengan bajunya. Dalam kertas itu terdapat bacaan shalawat yang pernah dibaca oleh orang tersebut saat di dunia. Nabi Saw. menaruh secarik kertas tersebut pada timbangan amal kebaikannya. Maka, amal kebaikannya menjadi berat. Orang tersebut tampak senang dan bertanya, “Demi ayah dan ibuku, siapakah engkau?” “Aku adalah Nabi Muhammad.” jawab Nabi Saw
Seketika itu juga, orang tersebut mencium telapak kaki Nabi Saw. seraya bertanya, “Wahai Rasulullah, kertas apa itu?” “Kertas itu adalah bacaan shalawatmu kepadaku ketika di dunia dan aku menjaganya untukmu.” jawab Nabi Saw. Orang tersebut berkata, “Betapa menyesalnya aku atas kecerobohanku kepada Allah Swt.” (Kanzu al-Akhbâr)
(Durrat an-Nâshihîn, hal: 165-166)

Baca Juga : KH. Baidlowi bin Abdul Aziz (Mbah Baidlowi Lasem) PART I

Artikel yang Disarankan

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.